
Blitar, Idola 92.6 FM-Tak seperti pada umumnya, sosok satu ini membuka ruang berkesenian bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Lewat gerakan sosialnya, mereka menjadikan kreativitas ODGJ sebagai sebuah merchandiseyang bisa menembus pasar jual.
Sosok itu adalah Mada Ariya Putra (32), pendiriKomunitas Arthup (Art of Hope) dari Desa KuninganKecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar Jawa Timur.Bersama dua temannya (teman kuliah di ISI Solo), ia mendirikan sebagai ruang kreatif bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) melalui seni.
Fokus kegiatan Arthup adalah gerakan seni untuk ODGJ sebagai penyaluran emosi dan pengalaman melalui media kreatif.
Mereka menapaki jejak gerakan ini saat mengikuti kompetisi “Kejar Mimpi” pada 2022. Mada dan kedua rekannya menjadi juara dan juga modal untuk memulai gerakan ini. Pada 2023, ia mulai mengembangkan gerakan sosial enterpreneurship berbasis seni.

Mada bercerita, konsep besarnya, mereka (ODGJ), diajak ngobrol, kemudian menuangkan apa yang dipikirkan dalam sebuah goresan. Suasana hati menjadi tantangan tersendiri kala membersamai ODGJ.
“Kalau tantangan itu kondisi moodnya. Tiba-tiba cerita waktu berkunjung. Tiba-tiba ingat masa lalunya. Yang paling bagus pak Pur, menggambar kuda, katanya jadi ODGJ karena kuda. Katanya waktu kecil, ia bersih-bersih kuda, dan ditendang kuda,”tutur Mada kepada radio Idola Semarang, pagi (07/01) tadi.
Nama arthupmerupakan akronim dari Art of Hope, yang memiliki arti “Seni Harapan” dalam bahasa Indonesia.

Fokus gerakan ini adalah mengajak para ODGJ di Blitar untuk menyalurkan emosi dan pengalaman mereka melalui media gambar. Yang kemudian oleh Arthup diolah menjadi merchandise seperti kaos dan tas.
Untuk memperlancara kegiatan ini, Mada berkolaborasi dengan pihak-pihak lain.
Selengkapnya, berikut ini wawancara radio Idola Semarang bersama Mada Ariya Putra, pendiriKomunitas Arthup (Art of Hope) dari Desa KuninganKecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar Jawa Timur.(yes/her)
Simak podcast wawancaranya:








